[Kripik 43] Rimba dan Orang Tua

Dua orang pengelana muda melakukan perjalanan bersama. Mereka mendengar keberadaan danau yang indah di tengah sebuah rimba. Mereka memutuskan untuk mendatangi danau itu. Di dalam rimba mereka tersesat.

Mereka bertemu dengan seorang tua.

Hendak kemana anak muda?

Kami ingin ke danau di tengah hutan ini. Kabarnya danau itu sangat indah. Tapi sekarang kami tersesat, tidak tahu jalan ke sana maupun keluar rimba ini

Gambar dari cebonkcommunity.blogspot.com

Ada dua jalan menuju danau itu yang bisa kalian lalui. Tapi aku sarankan kalian tidak melalui jalan yang sebelah barat. Jalan itu tampak mudah dilalui. Di sebelah kanan dan kiri jalan itu dipenuhi pohon-pohon buah yang segar. Tapi banyak pasir hisap dan lubang-lubang tak terlihat di jalan itu. Jalan yang sebelah timur terlihat agal sulit, penuh halangan dan butuh waktu lebih lama untuk mencapai danau, namun sebenarnya jalan itu sangat aman. Untuk keluar dari rimba ini ikuti saja jalan sebelah utara danau. Sayang sekali saat ini aku harus melakukan sesuatu yang penting, tidak bisa menemani kalian

Apakah Bapak pernah melalui jalan yang sebelah barat?

Ya..Aku pernah melalui jalan itu

Terima kasih Pak atas petunjuknya

Ternyata kedua pengelana muda itu memiliki sikap yang berbeda menanggapi  kata-kata sang orang tua.

Aku tidak mau menuruti kata-kata orang tua tadi. Enak aja melarang kita, dia sendiri melakukannya, melewati jalan itu

Akhirnya mereka berpisah, memilih jalan masing-masing. Bisa ditebak siapa yang selamat atau lebih cepat mencapai danau dan keluar dari hutan.

Rimba dalam cerita ini adalah mewakili kehidupan kita. Kita harus berhati-hati memilih jalan dalam hidup. Bila seseorang melarang kita berbuat sesuatu, padahal dia pernah melakukannya, mungkin dia tidak mau kita mengalami hal buruk seperti yang dia terima sebagai akibat perbuatannya. Orang tua, orang-orang yang lebih dahulu melalui hidup dari kita pernah melakukan kesalahan, dan mereka tidak mau kita melakukan kesalahan yang sama. Bukankah mendengarkan mereka lebih efektif daripada kita mencoba sendiri setiap jalan kehidupan dan menerima akibat dari jalan yang kita coba?

Bila seseorang MELARANG Anda MELAKUKAN sesuatu, padahal DIA PERNAH melakukannya, itu karena dia TIDAK INGIN Anda menerima AKIBAT BURUK seperti yang dia terima.

Hiduplah efektif dan bahagia.

Thank you for reading article [Kripik 43] Rimba dan Orang Tua

Sahabat Sejati Dalam Diri



Sahabat Sejati Dalam Diri - Dalam perjalanan hidup kita berbagai masalah datang silih berganti dan tak dapat kita hindari. Di masa-masa sulit kerap kali kita mencoba mencari tempat bersandar dan melarikan diri pada orang-orang di sekeliling. Sahabat sejati adalah sosok yang kita impikan untuk ada di samping kita saat suka dan duka.

Tapi dalam perjalanan hidup, sering kali kita dibuat kecewa dengan harapan yang kita gantungkan pada orang lain. Teman yang kita percaya ketahuan membicarakan keburukan kita bersama orang lain. Sahabat yang Anda anggap seperti saudara merebut kekasih Anda. Kekasih yang Anda cintai memilih pergi bersama teman-temannya saat Anda membutuhkannya ada di samping Anda. Betapa banyaknya kekecewaan yang kita terima dari menggantungkan harapan pada orang lain.

Sahabat Sejati Dalam Diri

Sahabat Sejati Dalam Diri [drewsmarketingminute]

Mungkinkah ada seorang sahabat sejati di dunia ini? Seseorang yang ikut menangis saat Anda menangis, seseorang yang ikut tertawa saat Anda berbahagia. Seseorang yang selalu bersedia bersama Anda dalam keadaan apapun.

Pernahkah Anda berpikir, sosok yang Anda cari itu begitu dekat dengan Anda? Selalu ada di sana dan terabaikan. Sosok yang tak pernah Anda gubris keberadaanya, yang tak sekalipun pernah Anda sapa. Berkaca lah, tatap mata Anda, tersenyumlah pada sosok di cermin itu dan.sekarang Anda sedang tersenyum pada sahabat sejati Anda.

Yah, sosok yang Anda lihat di cermin itu selalu bersama Anda dalam suka dan duka. Sosok yang paling Anda abaikan, Anda cela saat merasa tak puas, Anda salahkan saat mendapat malu. Anda abaikan segala kebutuhannya. Pada hal saat semua orang berpaling, hanya sosok itu yang selalu ada di sana setia bersama Anda.

Pernahkah Anda menatap kaca dan menyapanya, tersenyum ramah pada jiwa yang ada di sana? Pernahkah Anda bertanya pada sosok di cermin itu, hai, apa kabarmu? Saat seorang pria mematahkan hati Anda, pernahkah Anda bertanya pada sosok di cermin itu, apa kau merasakan sakitnya? Pernahkah Anda bertanya apa yang paling diinginkannya?

Kedengarannya memang tak masuk akal, tapi sahabat sejati itu memang ada dalam diri Anda. Saat Anda terluka karena cinta, dia merasakan kesedihan yang sama. Saat kehidupan mengecewakan Anda, dia merasakan sakit yang sama. Saat Anda kehilangan orang yang Anda kasihi dia ikut menangis bersama Anda. Saat Anda jatuh cinta dia ikut tersenyum bersama Anda. Dalam segala momen kehidupan Anda, sahabat sejati ini selalu ada di sana.

Jika mau menyadari ini, Anda tak perlu berlari mencari penghiburan di luar sana, yang kadang malah menyesatkan. Saat masa-masa sulit menimpa, yang perlu Anda lakukan hanya menemui sahabat sejati Anda, merangkulnya, hadir di sana untuk berbagi.

Nah, sudah siap bertemu sahabat sejati Anda? Mulai detik ini, setiap kali menatap cermin, tatap mata Anda, jangan hanya melihatnya sepintas lalu, tersenyumlah dengan tulus dan katakan Hai, sahabat sejatiku, apa kabarmu hari ini? Dan saat itu juga Anda hadir untuk diri Anda sendiri, mengenalnya lebih dekat dan siap menjalani kehidupan yang berat ini dengan lebih kuat.

Refrensi : vemale dan jagatmotivasi.com

Silahkan baca juga terkait Kata Mutiara Sahabat Sejati

Thank you for reading article Sahabat Sejati Dalam Diri




Garam dan Telaga



Suatu ketika hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan raut mukanya ruwet. Tamu itu memang tampak seperti orang yang tidak berbahagia.

Tanpa membuang waktu orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak itu hanya mendengarkan dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam garam dan meminta tamu itu untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan. Coba minum ini dan katakana bagaimana rasanya, ujar Pak Tua itu.

Pahit.., pahit sekali rasanya, jawab tamu itu sambil meludah kesamping.

Pak Tua sedikit tersenyum. Lalu ia mengajak tamunya berjalan ke tepi telaga didalam hutan didekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan dan akhirnya sampailah mereka ketepi telaga yang tenang itu.

Pak Tua itu kembali menaburkan segenggam garam ke dalam telaga. Dengan sepotong kayu dibuatnya gelombang-gelombang dari adukan-adukan itu yang menciptakan riak-riak air. Coba ambil air dari telaga ini dan minumlah, perintah Pak Tua. Saat tamu itu selesai meneguk air itu, Pak Tua kembali bertanya, Bagaimana rasanya?

Segar, sahut tamunya. Apakah kamu merasakan garam didalam air itu?, Tanya Pak Tua lagi. Tidak, jawab si anak muda.

Dengan kebapakan Pak Tua menepuk-nepuk punggung anak muda itu. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh disamping telaga itu. Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan itu adalah layaknya segenggam garam, tidak lebih dan tidak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama. Dan memang akan tetap selalu sama.

Tapi, kepahitan yang kita rasakan akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.

Pak Tua itu kembali memberi nasehat, Hatimu, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas. Buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.

Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar hari itu. Dan Pak Tua, sang orang bijak, kembali menyimpan segenggam garam untuk anak muda lain yang sering datang kepadanya membawa keresahan jiwa

http://www.emotivasi.com/2008/03/16/garam-dan-telaga/

Thank you for reading article Garam dan Telaga




Success is just so simple



Success is just so simple

Success is just so simple

Success is just so simple [blog.rwbenwick]

Tuhan yang Maha Baik memberi kita ikan,

Tetapi kita harus mengail untuk mendapatkannya.

Demikian juga Jika kamu terus menunggu waktu yang tepat,

Mungkin kamu tidak akan pernah mulai.

Mulailah sekarang Mulailah di mana kamu berada sekarang dengan apa adanya.

Jangan pernah pikirkan kenapa kita memilih seseorang untuk dicintai,

Tapi sadarilah bahwa cintalah yang memilih kita untuk mencintainya.

Perkawinan memang memiliki banyak kesusahan,

Tetapi kehidupan lajang tidak memiliki kesenangan.

Buka mata kamu lebar-lebar sebelum menikah,

Dan biarkan mata kamu setengah terpejam sesudahnya.

Menikahi wanita atau pria karena kecantikannya atau ketampanannya

Sama seperti membeli rumah karena lapisan catnya.

Harta milik yang paling berharga bagi seorang pria di dunia ini adalah.. hati seorang wanita.

Begitu juga Persahabatan, persahabatan adalah 1 jiwa dalam 2 raga Persahabatan sejati layaknya kesehatan, nilainya baru kita sadari setelah kita kehilangannya.

Seorang sahabat adalah yang dapat mendengarkan lagu didalam hatimu

Dan akan menyanyikan kembali tatkala kau lupa akan bait-baitnya.

Sahabat adalah tangan Tuhan untuk menjaga Kita.

Rasa hormat tidak selalu membawa kepada persahabatan,

Tapi Jangan pernah menyesal untuk bertemu dengan orang lain

Tapi menyesalah jika orang itu menyesal bertemu dengan kamu.

Bertemanlah dengan orang yang suka membela kebenaran.

Dialah hiasan dikala kamu senang dan perisai di waktu kamu susah.

Namun kamu tidak akan pernah memiliki seorang teman,

Jika kamu mengharapkan seseorang tanpa kesalahan.

Karena semua manusia itu baik kalau kamu bisa melihat kebaikannya

Dan menyenangkan kalau kamu bisa melihat keunikannya

Tapi semua manusia itu akan buruk dan membosankan

Kalau kamu tidak bisa melihat keduanya.

Begitu juga Kebijakan, Kebijakan itu seperti cairan,

kegunaannya terletak pada penerapan yang benar,

Orang pintar bisa gagal karena ia memikirkan terlalu banyak hal,

Sedangkan orang bodoh sering kali berhasil dengan melakukan tindakan tepat.

Dan Kebijakan sejati tidak datang dari pikiran kita saja,

Tetapi juga berdasarkan pada perasaan dan fakta.

Tak seorang pun sempurna.

Mereka yang mau belajar dari kesalahan adalah bijak.

Menyedihkan melihat orang berkeras bahwa mereka benar meskipun terbukti salah.

Apa yang berada di belakang kita dan apa yang berada di depan kita

Adalah perkara kecil berbanding dengan apa yang berada di dalam kita.

Kamu tak bisa mengubah masa lalu.

Tetapi dapat menghancurkan masa kini dengan mengkhawatirkan masa depan.

Bila Kamu mengisi hati kamu

Dengan penyesalan untuk masa lalu dan kekhawatiran untuk masa depan,

Kamu tak memiliki hari ini untuk kamu syukuri.

Jika kamu berpikir tentang hari kemarin tanpa rasa penyesalan dan hari esok tanpa rasa takut,

Berarti kamu sudah berada di jalan yang benar menuju sukses

Refrensi: artikel-motivasi dan jagatmotivasi.com

Jangan lupa baca juga mengenai Alfabet Sukses

Thank you for reading article Success is just so simple




[Kliping, Malang Post 30 September 2012] Komunikasi Efektif dalam Proses Perkenalan Bakal Calon Walikota

Oleh Nur Muhammadian*

 

Kota Malang sedang bersiap menghadapi perhelatan besar, Pemilihan Walikota Malang. Rencananya PILKADA Kota Malang akan diselenggarakan pada tanggal 2 Mei 2013, namun keramaian persiapannya sudah dirasakan warga Kota Malang sejak awal tahun ini.

Wajah-wajah cantik dan tampan bakal calon walikota sudah bertebaran di muka bumi Kota Malang. Sejauh kita memandang pasti tertangkap senyuman sang bakal calon Walikota. Bahkan senyum-senyum manis itu mengikuti kita saat berkendara karena terpasang di kaca belakang angkutan kota.

Wah pohon-pohon pinggir jalan di Kota Malang habis digunakan bernaung para bakal calon Walikota begitulah celetukan seorang teman, karena memang hampir tidak ada pohon tersisa tanpa terpasang papan iklan mini di bawahnya bergambar senyum sang bakal calon Walikota. Padahal ada ribuan atau bahkan jutaan pohon di kota Malang yang terpasang iklan, berarti banyak papan iklan mini yang harus diproduksi? Memang banyak sekali. Biayanya?

Agar dikenal penduduk Kota Malang yang berjumlah lebih dari 890.000 jiwa (data tahun 2011) yang menempati luas wilayah 110,06 Km2 , memang dibutuhkan upaya dan biaya yang besar. Adakah cara lain selain memproduksi dan menyebarkan papan iklan? Banyak cara, tetapi untuk memperkenalkan diri dengan obyek banyak dan luas memang paling efektif menggunakan papan iklan.

Pada semua wilayah di Indonesia, saat mendekati PILKADA, proses perkenalan diri para calon kontestan   memang selalu diawali tersebarnya gambar-gambar senyum sang calon kontestan. Saya menyebutnya proses perkenalan diri , bukan kampanye, karena memang proses kampanye belum dibuka dan diijinkan KPU, dan gambar wajah yang tersebar pun ada yang belum secara resmi didukung Partai Politik atau resmi mewakili Partai Politik. Bahkan untuk kontestan independent proses perkenalan diri ini justru langkah awal agar bisa memenuhi persyaratan mengikuti pemilihan, yaitu mendapatkan dukungan minimal empat persen jumlah penduduk dalam bentuk tertulis dilengkapi KTP.

Apakah proses perkenalan diri bakal calon Walikota Malang yang dilakukan dengan menyebar papan iklan saat ini sudah cukup efektif? Mungkin cukup kalau tujuannya hanya sekedar dilihat dan diketahui penduduk Malang.

ooo ini tho yang namanya Pak Arema.

Wah ternyata Bu Aremanita ini cantik juga

Sayang sekali biaya yang dikeluarkan bila tujuannya hanya sekedar dilihat dan diketahui. Yang namanya mengenalkan diri bukan sekedar diketahui, tapi lebih dari itu.

Dari beberapa kata-kata yang menyertai gambar, yang paling tidak efektif tapi hampir semua bakal calon Walikota menggunakannya adalah jargon tentang perubahan. Pada PILKADA Kota Malang 2013, kecuali Wakil Walikota sekarang mencalonkan diri, tidak ada calon dari pihak incumbent, artinya siapapun yang terpilih pasti akan ada perubahan kebijakan. Menawarkan perubahan sama saja dengan menawarkan sesuatu yang sudah pasti dan bisa dilakukan semua orang, lalu apa spesialnya sehingga warga perlu memilih sang bakal calon Walikota?

Ada yang memberi pernyataan di papan iklan bahwa sang bakal calon Walikota adalah seorang warga Malang asli. Berapa persen penduduk Malang yang punya hak memilih yang asli warga Malang? Apakah kalau terpilih jadi Walikota nanti hanya melayani penduduk yang warga Malang asli? Banyak yang memasang pernyataan-pernyataan di papan iklan yang tidak mewakili diri sang bakal calon secara spesifik, tidak terkesan mengenalkan diri.

Saya orang baikSaya tinggal di MalangSaya orang jujurSaya siap menerima amanah

Setiap warga Kota Malang yang membaca pernyataan seperti ini pasti berkomentar dalam hati Semua orang di Kota Malang juga begitu

Ayo berubah!Ayo membangun Kota Malang jadi lebih baik!

Orang yang membaca pernyataan di papan iklan seperti ini mungkin akan bersungut dalam hati Belum jadi Walikota sudah nyuruh-nyuruh. Bukankah tugas Walikota melayani rakyatnya, tidak asal nyuruh?

Lalu pernyataan seperti apa yang efektif dalam komunikasi kepada warga Kota Malang pada proses perkenalan diri bakal calon Walikota Malang?

Mari kita perhatikan dan belajar dari team sukses pasangan Jokowi-Ahok.

Kemenangan Jokowi-Ahok dalam PILGUB DKI Jakarta adalah karena kualitas komunikasi team sukses mereka yang efektif. Mereka fokus menyampaikan prestasi-prestasi Jokowi-Ahok, khususnya Jokowi, dan bisa mengesankan warga DKI Jakarta bahwa Jokowi-Ahok yang dibutuhkan untuk kebaikan masa depan.

Joko Widodo adalah Walikota Solo, bukan warga Jakarta, namun bisa mencuri hati warga DKI Jakarta. Issue SARA dan beberapa issue kesalahan masa lalu calon wakilnya tidak bisa menggoyahkan pamornya karena dikalahkan oleh prestasi-prestasi pencapaian yang dikabarkan kepada warga DKI Jakarta. Warga DKI Jakarta tidak peduli bahwa Solo hanya sebuah kota kecil dengan tingkat kompleksitas yang jauh lebih rendah dari DKI Jakarta yang sebuah propinsi Ibu Kota Republik Indonesia. Warga DKI Jakarta hanya memandang bahwa Jokowi sosok yang dekat dengan rakyat dan sudah melakukan suatu tindakan  untuk rakyat, bukan sekedar pelempar wacana atau janji-janji indah, atau bukan sekedar hidup sederhana dan jujur.

Jargon Kami tidak butuh janji tapi bukti sudah mulai diterapkan oleh warga DKI Jakarta, meskipun bukti itu belum tentu sesuai bila diterapkan di wilayah mereka.

Komunikasi efektif dengan menyampaikan bukti-bukti prestasi yang pernah dicapai itulah yang seharusnya disampaikan pada  papan iklan dalam proses perkenalan bakal calon Walikota Malang. Memang masih banyak kesempatan untuk menyampaikan hal itu dalam masa kampanye, tapi bukankah kesan pertama sangat berarti dan melekat di hati? Masih banyak waktu, untuk mengubah strategi komunikasi, bahkan masih ada waktu untuk mencetak prestasi yang akan dikabarkan kepada warga Kota Malang.

Hidup adalah pilihan. Dalam PILKADA Kota Malang 2013 warga Kota Malang punya banyak pilihan untuk memperbaiki kualitas masa depan kotanya, partai politik masih punya kesempatan untuk memilih dan menentukan calon Walikota Malang yang akan diusung, team sukses punya pilihan menggunakan komunikasi yang efektif untuk mengenalkan bakal calon Walikotanya. Silakan.

(* Praktisi NLP, Life Coach, Penulis buku Kripik untuk Jiwa Renyah Dibaca, Bergizi dan Gurih Maknanya, Penduduk Kota Malang)

[Penulis adalah seorang Trainer, Coach, dan lebih suka disebut sebagai Mental Programmer. Memiliki Lisensi resmi dari Richard Bandler sebagai Master Praktisi  NLP. Untuk mengetahui informasi lengkap tentang penulis silakan kunjungi http://www.NurMuhammadian.com - Penulis buku "Kripik untuk Jiwa"]


Berpikir Kreatif



Seorang pemain profesional bertanding dalam sebuah turnamen golf. Ia baru saja membuat pukulan yang bagus sekali yang jatuh di dekat lapangan hijau.

Ketika ia berjalan di fairway, ia mendapati bolanya masuk ke dalam sebuah kantong kertas pembungkus makanan yang mungkin dibuang sembarangan oleh salah seorang penonton. Bagaimana ia bisa memukul bola itu dengan baik?

Sesuai dengan peraturan turnamen, jika ia mengeluarkan bola dari kantong kertas itu, ia terkena pukulan hukuman. Tetapi kalau ia memukul bola bersama-sama dengan kantong kertas itu, ia tidak akan bisa memukul dengan baik. Salah-salah, ia mendapatkan skor yang lebih buruk lagi.

Apa yang harus dilakukannya?

Banyak pemain mengalami hal serupa. Hampir seluruhnya memilih untuk mengeluarkan bola dari kantong kertas itu dan menerima hukuman. Setelah itu mereka bekerja keras sampai ke akhir turnamen untuk menutup hukuman tadi.

Hanya sedikit, bahkan mungkin hampir tidak ada, pemain yang memukul bola bersama kantong kertas itu. Resikonya terlalu besar. Namun, pemain profesional kita kali ini tidak memilih satu di antara dua kemungkinan itu.

Tiba-tiba ia merogoh sesuatu dari saku celananya dan mengeluarkan sekotak korek api. Lalu ia menyalakan satu batang korek api dan membakar kantong kertas itu. Ketika kantong kertas itu habis terbakar, ia memilih tongkat yang tepat, membidik sejenak, mengayunkan tongkat, wus, bola terpukul dan jatuh persis ke dalam lobang di lapangan hijau. Bravo! Dia tidak terkena hukuman dan tetap bisa mempertahankan posisinya. Smiley!

Ada orang yang menganggap kesulitan sebagai hukuman, dan memilih untuk menerima hukuman itu.

Ada yang mengambil resiko untuk melakukan kesalahan bersama kesulitan itu.

Namun, sedikit sekali yang bisa berpikir kreatif untuk menghilangkan kesulitan itu dan menggapai kemenangan

http://www.emotivasi.com/2008/03/15/berpikir-kreatif/

Thank you for reading article Berpikir Kreatif




Bersukurlah… Alhamdulillah yah!!!



Kata yang sangat dekat buat kita, menunjukan rasa syukur kita atas nikmat yang Allah berikan kepada kita secara gratis, kalau yang namanya gratisan pasti banyak yang suka, itulah rasa cintanya Allah kepada kita, kurang apa lagi cobaaa, hayooo

Mau hitung-hitungan, pernah melihat orang yang kena penyakit asma, mereka harus menggunakan alat bantu untuk mengendurkan bronkiolus, yang hanya bisa digunakan 70kali hisapan, sedangkan harganya Rp 21.000,-, jadi kalau kita mau menghitung 21.000 dibagi 70 = 300, harga untuk sekali kita menarik nafas itu Rp 300 , mungkin hari ini saja kita mungkin menghabiskan 2 juta rupiah, hanya untuk bernafas.

Bersukurlah... Alhamdulillah yah!!!

Bersukurlah Alhamdulillah yah!!! [jiakreatifelt]

Belum lagi jantung kita, selalu berdenyut tanpa henti-hentinya. 1 menit 70 kali denyutan, 1hari 100.000 kali denyutan, 1 tahun 40 juta kali denyutan, seandainya jantung kita minta istirahat 2 menit saja, apa yang terjadihmm.. Namun Allah masih memberikan itu semua secara gratis.

Dan jika kau jadikan ranting-ranting pepohonan sebagai penanya, dan lautan sebagai tintanya, maka kau tidak akan sanggup menulis nikmat Allah.

Ada sebuah cerita, ada seseorang yang menabung begitu lama hanya untuk membeli sepatu baru. Dan akhirnya dia memilikinya, sepatu dipakai untuk berjalan-jalan. Dengan wajah yang gembira ia mampir ke sebuah musholla untuk sholat zuhur Ketika pulang sholat dilihatnya ke tempat ia meletakkan sepatunya, ternyata sepatunya sudah tiada (bagaimana perasaannya saat itu), dan ia pun menggerutu kepada Allah. Ya Allah, sungguh kejamnya engkau, aku menabung berbulan-bulan hanya untuk membeli sepatu namun engkau mengambillnya ,sungguh kejam engkau ya Allah. Sambil menggerutu ia keluar dari musholla itu, ketika ia hendak pergi , ia melihat seorang pemuda sedang berjalan menuju musholla namun dengan tongkat, karena kakinya satu patah, dan tukang butut tadi langsung menyesali perkataanya sebelumnya dengan Allah, sambil mengucapkan Ya Allah, terima kasih, engkau masih mengambil sepatuku, bukan kakiku.

Rasa syukur atas segala nikmat Tuhan, tak sepantasnya kita tarik dari diri kita, bahkan harus selalu ditingkatkan, Alhamdulillah yah..!!!

Refrensi : resensi

Baca juga tentang Bersyukur dan Berjuang

Thank you for reading article Bersukurlah… Alhamdulillah yah!!!




9 Renungan Motivasi



Berikut ini artikel untuk merubah Cara Pandang di dalam diri sendiri (Self Reframing) :

1.TAKLUKKAN DIRI SENDIRI

Dia yang bisa menaklukkan orang lain adalah manusia kuat. Dia yang bisa menaklukkan dirinya sendiri adalah manusia super. (Lao Tze)

Perenungan Diri:

  1. Malam hari sambil berbaring tidur, ambil waktu 1 2 menit.
  2. Lakukan refleksi kegiatan hari ini secara cepat saja.
  3. Tanyakan ke dalam diri sendiri: Apakah masih ada emosi negatif yang tersimpan dalam diriku saat ini ?
  4. Lalu, tarik nafas yang dalam dan tahan nafas selama yang bisa Anda lakukan.
  5. Bayangkan kejadian yang menimbulkan emosi negatif tersebut.
  6. Buang dan lepaskan dengan menghembuskan nafas sepanjang mungkin.
  7. Lanjutkan dengan bernafas perlahan saja, dan makin perlahan, sampai seluruh badan terasa rileks bak tanpa otot.
  8. Diam sejenak dan ambil keputusan untuk berubah, misalnya: Besok mau senyum aja aaah dan tidurlah dengan senyum zzzzzz

Karena jika dengan ikhlas kita mulai bisa menaklukkan diri sendiri, maka kekalahan bukan lagi kekalahan, bukan?

2. BELAJAR DARI KEKALAHAN

Jika Anda belajar sesuatu dari kekalahan, sesungguhnya Anda tidak kalah ( Zig Ziglar )

Saat Anda merasa kalah, lakukan berikut:

  • Duduk diam dan tarik nafas panjang
  • Cari penyebab kekalahan tersebut (cepat saja)
  • Ambil pelajaran dari kekalahan itu
  • Pejamkan mata: Tersenyumlah dan bersyukur
  • Hembuskan nafas secepat mungkin
  • Bangkit dan lompatlah setinggi mungkin

Jika Anda belajar sesuatu dari kekalahan, sesungguhnya Anda tidak kalah Pasti ada hikmah dari setiap kejadian, walau diberi nama kalah.

3. PELAUT TANGGUH

(Bayangkan WS Rendra, ucapkan syukur dan hormat sebagai rasa kagum pada dia, masuk ke dalam diri dia dan bacakan lirik di bawah ini, bak WS Rendra)

Hidup adalah rangkaian masalah.

Jika kita melihatnya sebagai masalah.

Hidup adalah rangkaian tantangan.

Jika kita melihatnya sebagai peluang.

Tantangan penting untuk otot pikiran.

Tantangan membuat kita bertumbuh.

Tantangan membuat kita kreatif.

(baca berikut ini sambil hembuskan nafas)

Bersyukurlah jika kita mempunyai tantangan.

Karena artinya kita memiliki peluang.

(tahan nafas di perut dan baca dengan keyakinan kuat)

Ya, sebuah peluang untuk Menang.

Pepatah kuno mengatakan:

Lautan yang tenang,

tidak menghasilkan pelaut yang tangguh

Atasilah masalah dengan:

Tetaplah tersenyum.

Tetaplah bergandengan tangan.

Kita hanyalah berbeda, itu saja.

4. GIAT BEKERJA KUNCI SUKSES

Tidak Ada Jalan yg Mulus utk Sukses, Giat Bekerja Adalah Kuncinya (George G Williams )

Perenungan Diri:

Hasil penelitian mengatakan bahwa Ketekunan, Keuletan, Kegigihan akan membuat otot di seluruh tubuh kuat, baik otot badan, otot tangan, otot kaki, bahkan otot di otak kita. Yang paling penting adalah membuat kuat Otot Pikiran kita.

Anda tidak mungkin memahami Work Smart, sebelum Anda memiliki mental Work Hard

Situasi Indonesia boleh tidak menentu, tetapi nasib kita haruslah kita yang menentukan. Kita cukup bergiat pada hal yang bisa kita kendalikan.

5. SIAPA YANG KAYA?

Siapa yang kaya? Dia yang bersukacita dengan apa yang dimilikinya. (Benjamin Franklin)

Perenungan Diri:

Bersukacita dan bersyukur dengan apa yang kita miliki, justru akan membuat kita semakin bertambah makmur dan sejahtera. Hukum alam semesta mengenai sukses ini sebenarnya sederhana sekali. Kita hanya perlu keyakinan diri saja bahwa hal ini benar.

6. CHOOSE TO BE HAPPY

We always have a choice

We can choose to be happy

or we can choose to be grumpy

But Its always better, smarter and wiser

to choose to be happy (Melody Ross)

Perenungan diri: (baca dalam hati dengan tempo lambat)

Bukankah hidup ini adalah pilihan? (baca lebih lambat)

Bukankah hidup ini adalah pilihan? (baca lebih lambat lagi)

Bukankah hidup ini adalah pilihan?

7. SETIA PADA HAL KECIL

Bukan tindakan besar dan hebat, yang menentukan hidup kita, melainkan kesetiaan dalam menekuni

pekerjaan-pekerjaan kecil dan tidak berarti . (bunda Teresa)

Perenungan Diri:

Bacalah pesan di atas berulang-ulang sampai meresap.

Bisa dengan cara pelan, sangat pelan, bahkan sangat, sangat pelan.

Boleh juga baca dalam hati dengan perasaan mantap.

Atau, diulang-ulang dalam hati untuk bagian tertentu.

kesetiaan menekuni pekerjaan-pekerjaan kecil

kesetiaan menekuni pekerjaan yang tidak berarti

Ya, memang mudah untuk dibaca, namun perlu kebesaran hati untuk mencerna.

Dan, tekad besar untuk menelannya.

Agar jadi bagian indah dalam gelora darah kita.

Karena sang musuh adalah di ego diri.

Tapi, mungkin!

8. IMPIAN PERLU UJIAN

(Baca gaya retorik Bung Karno)

kala impian membuat kita berbeda

kala cara pikir kita ditertawakan

kala senyuman kita disiniskan

kala warna semangat mulai meluntur

kala impian membuat hati bias

justru teruslah maju dan berpegang

teruslah berpegang pada impian kita

bangunlah keyakinan demi keyakinan

bukankah layang-layang terbang tinggi

karena melawan arah angin

(tarik nafas dalam dan tahan, lalu lanjutkan baca dengan keyakinan)

impian kita hanya perlu diuji

diuji untuk membangun keyakinan

(baca berikut ini sambil hembuskan nafas panjang)

keyakinan untuk mencapainya

9. TUM SPIRO, SPERO

Tum Spiro, Spero artinya:Selama Kita Bernafas, Kita Berusaha

Buanglah kata menyerah dalam hidup ini.

Hidup ini sangat berarti, berkaryalah.

Karena kita adalah manusia, makhluk luar biasa.

Teruslah berjuang sampai nafas yang terakhir.

Sediakan waktu untuk sendiri. Untuk Diam. Untuk Meditasi. Untuk Merenung. Untuk ssst diaaam, agar hikmah terdengar bunyinya.

Hening membuat bening

Bening membuat jelas

http://www.emotivasi.com/2008/03/07/9-renungan-motivasi/

Thank you for reading article 9 Renungan Motivasi




[Parenting] Seri Buku Raport : Terlambat Bila Baru Tahu Kondisi Anak dari Raport

Ayo belajar! Sebentar lagi khan ujian!!  Hardikan orang tua yang diucapkan hampir setiap hari saat anaknya akan menghadapi ujian.

Kok nilaimu jelek sich?!! Hardikan orang tua yang diucapkan dengan emosi setelah membaca buku raport anaknya.

Siklus hardikan orang tua kepada anaknya terjadi setiap semester, dan banyak yang tidak mengalami perubahan, baik perubahan sikap sang orang tua maupun perubahan yang membaiknya nilai dari sang anak.

Banyak orang tua menganggap bahwa saat anaknya mulai masuk sekolah maka sebagian besar  tanggung jawab pendidikan , bahkan ada yang menganggap seluruhnya, menjadi tanggung jawab pihak sekolah. Orang tua seperti ini biasanya hanya memantau perkembangan pendidikan anaknya enam bulan sekali, saat membaca buku raport.

Sejatinya sekolah hanyalah institusi yang membantu orang tua berupa fasilitas pendidikan, bukan penerima limpahan tanggung jawab pendidikan anak. Sekolah hanya menyediakan fasilitas berupa barang dan jasa untuk membantu orang tua meningkatkan kualitas sang anak. Sampai kapanpun, atau sampai anak dewasa dan mandiri, mendidik anak adalah tanggung jawab orang tua, yang merupakan amanah dari Tuhan. Membayar uang ke sekolah hanyalah sebagai imbalan fasilitas yang disediakan sekolah, bukan uang penebusan tanggung jawab.

Nilai raport adalah laporan hasil akhir suatu proses peningkatan kualitas akademik anak selama enam bulan. Bila orang tua hanya memantau nilai raport, apa andilnya dalam proses itu? Bila orang tua baru tahu kelemahan anaknya pada akhir proses, bagaimana bisa menuntut anaknya berubah menjadi lebih baik.

gambar dari ardisfamily.wordpress.com

Orang tua yang bertanggung jawab akan selalu memantau perkembangan pendidikan anaknya, setiap waktu. Mereka sadar dan menganggap bahwa baru mengetahui kekurangan anak dari nilai raport adalah suatu keterlambatan dan kelalaian mereka sendiri. Mereka sadar bahwa komunikasi yang efektif dan lancar harus terjaga dengan pihak sekolah. Mereka selalu membutuhkan laporan informal dari pihak sekolah tentang perkembangan anaknya, baik akademik  maupun moral dan ahlak. Pada saat mereka sendiri yang menemukan sesuatu yang harus segera diperbaiki pada anaknya, mereka akan segera menghubungi pihak sekolah untuk bersama merancang sebuah program perbaikan dan bersama menjalankannya. Orang tua bertanggung jawab benar-benar memanfaatkan fasilitas yang disediakan sekolah untuk kebaikan dan masa depan anaknya.

Besok pelajaran apa nak?

Ada kesulitan untuk pelajaran besok?

Ada yang bisa Mama bantu?

Wah Papa tidak tahu jawaban pertanyaan itu, coba pinjam bukumu Papa bantu cari jawabannya


[Kripik 44] Pemenang, Pencela dan Pecundang

Di dalam sebuah sumur menetas dan tumbuh hampir bersamaan tiga ekor binatang , yaitu seekor siput, kura-kura, dan katak. Mereka bersahabat, dan setiap hari bermain bersama di sumur yang sudah jarang digunakan itu.

Suatu hari kura-kura memandang ke atas, ke arah permukaan sumur yang terang benderang. Bagaimana keadaan di atas sana ya? Tampaknya sangat terang dan segar. Ayo naik ke sana teman-teman!

Bodoh kamu, kura-kura.! Bagaimana mungkin kita memanjat sampai ke atas? Aku aja yang bisa melompat tidak bisa mencapai permukaan. Apalagi kamu yang hanya bisa merangkak pelan, hampir merayapApalagi kamu siput, jalanmu seperti itu mana mungkin bisa memanjat Katak mencela rencana si  kura-kura.

Tak peduli kata-kata si katak, keesokan harinya si kura-kura mulai merangkak pelan memanjat dinding sumur yang ditumbuhi lumut dan tanaman perdu.

Jalan aja pelan gitu kok nekad mau memanjat sumur! Dasar bodoh!  Aku aja yang bisa melompat tinggi tak mungkin bisa mencapai atasHoooi tahu diri dong! Begitulah celaan katak kepada kura-kura yang disampaikan berulang kali. Kura-kura sambil tersenyum meneruskan usahanya.

Jalan pelan begitu kapan nyampainya? mendengar teriakan katak,  kura-kura menambah kecepatan jalannya. Tuh capek khan? Udah, nyerah aja! kura-kura justru menghentikan istirahatnya dan mulai berjalan lagi. Begitulah setiap celaan katak membuat kura-kura semakin bersemangat membuktikan bahwa dia bisa lebih baik.

Siput, kamu jangan ikut-ikutan si kura-kura! Jalanmu merayap pelan gitu mana mungkin bisa memanjat! Siput yang sebenarnya tertarik mengikuti jejak kura-kura mengurungkan niatnya.

gambar dari chinesetimeschool.com

Kura-kura terus merangkak memanjat dinding sumur, makan dedaunan yang tumbuh di dinding sumur, hingga akhirnya mencapai mulut lubang sumur. Dia melongok ke dalam lubang dan berteriak Hei katak dan siputNaiklah! Di sini pemandangan bagus, terang dan hawanya segar. Kalian pasti bisa memanjat ke sini!

Ogah kura-kura! Kamu mau tanggung jawab kalau aku terpeleset dan jatuh?! Hei siputJangan dengar si kura-kuraMemanjat ke atas tidak semudah yang dia bilang,kamu pasti tidak bisa!

Dalam kehidupan ada tiga macam orang, yaitu pemenang, pencela dan pecundang. Pemenang selalu berusaha bergerak menjadi lebih baik. Celaan yang diterima membuatnya semakin semangat membuktikan bahwa dia lebih baik dari itu. Seorang pecundang tidak pernah memulai berbuat apa-apa karena takut dicela. Sedangkan si pencela tidak pernah mencapai apa-apa kecuali berhasil menakuti pecundang.

Sang PEMENANG adalah yang selalu BERGERAK menuju KEMENANGAN. CELAAN membuatnya semakin SEMANGAT membuktikan KEMENANGANNYA.Sang PENCELA hanya bisa MENAKUTI PECUNDANG.

Thank you for reading article [Kripik 44] Pemenang, Pencela dan Pecundang

Kisah Nyata Di Musim Dingin



Siu Lan, seorang janda miskin memiliki seorang putri kecil berumur 7 tahun, Lie Mei. Kemiskinan memaksanya untuk membuat sendiri kue-kue dan menjajakannya di pasar untuk biaya hidup berdua. Hidup penuh kekurangan membuat Lie Mei tidak pernah bermanja-manja pada ibunya, seperti anak kecil lain.

Suatu ketika di musim dingin, saat selesai membuat kue, Siu Lan melihat keranjang penjaja kuenya sudah rusak berat. Dia berpesan agar lie mei menunggu di rumah karena dia akan membeli keranjang kue yang baru. Pulang dari membeli keranjang kue, Siu Lan menemukan pintu rumah tidak terkunci dan Lie Mei tidak ada di rumah. Marahlah Siu Lan. Putrinya benar-benar tidak tahu diri, sudah hidup susah masih juga pergi bermain dengan teman-temannya. Lie Mei tidak menunggu rumah seperti pesannya.

Kisah Nyata Di Musim Dingin

Kisah Nyata Di Musim Dingin [rannen]

Siu Lan Menyusun kue kedalam keranjang, dan pergi keluar rumah untuk menjajakannya. Dinginnya salju yang memenuhi jalan tidak menyurutkan niatnya untuk menjual kue. Bagaimana lagi ? Mereka harus dapat uang untuk makan. Sebagai hukuman bagi Lie Mei, putrinya, pintu rumah dikunci Siu Lan dari luar agar Lie Mei tidak bisa pulang. Putri kecil itu harus diberi pelajaran, pikirnya geram. Lie Mei sudah berani kurang ajar.

Sepulang menjajakan kue, Siu Lan menemukan Lie Mei, gadis kecil itu tergeletak di depan pintu. Siu Lan berlari memeluk Lie Mei yang membeku dan sudah tidak bernyawa. Siu Lan berteriak membelah kebekuan salju dan menangis meraung-raung, tapi Lie Mei tetap tidak bergerak. Dengan segera, Siu Lan membopong Lie Mei masuk ke rumah. Siu Lan menggoncang-goncangkan tubuh beku putri kecilnya sambil meneriakkan nama Lie Mei. Tiba-tiba jatuh sebuah bungkusan kecil dari tangan Lie Mei.

Siu Lan mengambil bungkusan kecil itu, dia membukanya. Isinya sebungkus kecil biskuit yang dibungkus kertas usang. Siu Lan mengenali tulisan pada kertas usang itu adalah tulisan lie mei yang masih berantakan namun tetap terbaca ,Hi..hi..hi. . Mama pasti lupa. Ini hari istimewa buat Mama. Aku membelikan biskuit kecil ini untuk hadiah. Uangku tidak cukup untuk membeli biskuit ukuran besar. hihihi.. Mama Selamat Ulang Tahun.

Ingatlah, jangan terlalu cepat menilai seseorang berdasarkan persepsi kita, karena persepsi kita belum tentu benar adanya.

( True story, seperti termuat dalam Xia Wen Pao, 2007 )

Refrensi : renunganhidup dan jagatmotivasi.com

Silahkan baca juga Kisah Nyata Yu Yan : Saya Pernah Datang Dan Saya Sangat Penurut

Thank you for reading article Kisah Nyata Di Musim Dingin




Anak Kerang



Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengaduh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek. Anakku, kata sang ibu sambil bercucuran air mata, Tuhan tidak memberikan pada kita bangsa kerang sebuah tanganpun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu. Sakit sekali, aku tahu anakku, tetapi terimalah itu sebagai takdir alam. Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat, kata ibunya dengan sendu dan lembut.

Anak kerangpun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit bukan alang kepalang. Kadang ditengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakitpun makin berkurang, dan semakin lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar.

Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap, dan berharga mahalpun terbentuk dengan sempurna. Penderitaannya berubah menjadi mutiara; air matanya berubah menjadi sangat berharga. Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga dari pada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.

Cerita diatas adalah sebuah paradigma yangg menjelaskan bahwa penderitaan adalah lorong transendental untuk menjadikan kerang biasa menjadi kerang luar biasa. Karena itu dapat dipertegas bahwa kekecewaan dan penderitaan dapat mengubah orang biasa menjadi orang luar biasa.

Mungkin saat ini anda sedang mengalami penolakan, kekecewaan, patah hati, atau terluka karena orang-orang disekitar kamu.. Cobalah untuk tetap tersenyum dan katakan didalam hatimu.. air mataku diperhitungkan Tuhan.. Dan penderitaanku ini akan mengubah diriku menjadi mutiara.

http://www.emotivasi.com/2008/03/12/anak-kerang/

Thank you for reading article Anak Kerang




Belajar dari Kupu-Kupu



Belajar dari Kupu-Kupu - Seseorang menemukan kepompong kupu-kupu. Suatu hari dia melihat lubang kecil muncul pada kepompong tersebut. Dia duduk mengamati beberapa jam calon kupu-kupu itu ketika dia berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu. Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan. Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi. Akhirnya orang itu memutuskan untuk membantunya. Dia mengambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu.

Kupu-kupu itupun keluar dengan mudahnya, namun tubuhnya kembung dan kecil dengan sayap-sayap yang mengkerut. Orang tersebut terus mengamatinya karena dia berharap bahwa pada suatu saat sayap-sayap tersebut akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuh kupu-kupu tersebut, yang mungkin akan berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Tetapi semuanya tak pernah terjadi. Kenyataanya kupu-kupu itu malah menghabiskan seluruh waktunya untuk merangkak dengan tubuh kembung dan sayap-sayap yang mengkerut. Dia tidak pernah bisa terbang.

Belajar dari Kupu-Kupu

Belajar dari Kupu-Kupu [rereajach]

Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaan orang tersebut adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan oleh kupu-kupu untuk melewati lubang kecil itu ternyata adalah jalan untuk memaksa cairan dari tubuh kupu-kupu ke dalam sayap-sayapnya sedemikian rupa, sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.

Kadang-kadang perjuangan adalah sesuatu yang kita perlukan dalam hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan mungkin itu justru akan melumpuhkan kita. Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya yang dibutuhkan untuk menopang cita-cita dan harapan yang kita inginkan. Kita mungkin tidak akan pernah terbang.

Sesungguhnya Tuhan itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Kita memohon kekuatan, tetapi Tuhan memberikan kesulitan-kesulitan untuk membuat kita tegar. Kita memohon kebijakan,tetapi Tuhan memberikan berbagai persoalan hidup untuk diselesaikan agar kita bertambah bijaksana. Kita memohon kemakmuran, tetapi Tuhan memberi kita otak dan tenaga untuk dipergunakan sepenuhnya untuk mencapai kemakmuran. Kita memohon keteguhan hati, tetapi Tuhan memberi bencana dan bahaya untuk diatasi. Kita memohon cinta, tetapi Tuhan memberi kita orang-orang bermasalah untuk diselamatkan dan dicintai. Kita memohon kemurahan dan kebaikan, tetapi Tuhan memberi kesempatan-kesempatan yang silih berganti.

Begitulah cara Tuhan membimbing kita. Kadang Ia tidak memberikan yang kita minta, tapi yang pasti memberikan yang terbaik untuk kita. Kebanyakan kita tidak mengerti atau mengenal, bahkan tidak mau menerima rencana-Nya. Padahal justru itulah yang terbaik untuk kita. Tetaplah berjuang dan berusaha. Jika itu yang terbaik, maka pasti Tuhan akan memberikannya untuk kita.

Refrensi : daunlontar dan jagatmotivasi.com

Simak juga cerita mengenai Belajar Dari Kutu Anjing

Thank you for reading article Belajar dari Kupu-Kupu




Biji Apel Mencerahkan Hola



Holaram, sang menteri dari Negeri Zimbakyu, sedang menghadiri suatu konfrensi internasional. Secara kebetulan tempat duduk dia bersebelahan dengan tempat duduk seorang menteri dari negara Paman Sam yang kebetulan beragama Yahudi. Kebetulan-kebetulan semacam itu membuat dia bingung, tetapi apa boleh buat ? Kalau pindah tempat duduk, takut dianggap penghinaan terhadap wakil resmi negara Paman Sam.

Sebagaimana biasanya dalam konfrensi internasional, pidato-pidato yang dibacakan itu semuanya sudah tertulis rapih, dibuat oleh staf-staf ahli para menteri yang menyampaikan dan akan dipelajari oleh staf-staf ahli para menteri yang mendengarkannya. Para menteri yang hadir, hadir karena harus hadir. Hanya basa-basi. Ada yang mengantuk, bahkan ada yang tiduran. Ada yang sampai ngorok. Membosankan ! Hola harus menyembunyikan rasa kesal di balik senyum yang palsu. Ia harus menunjukkan sikap ramah terhadap perwakilan Paman Sam yang beragama Yahudi itu. Kalau tidak, bantuan tahunan dari beberapa lembaga keuangan yang diberikan kepada negaranya atas jaminan negara Paman Sam bisa mengalami kemacetan. Apa boleh buat !

Sejak mulainya rapat itu, Hola melihat sesuatu yang aneh. Sebentar-sebentar Menteri dari Negara Paman Sam memasukkan tangan ke dalam kantong jasnya, mengeluarkan sesuatu dan memakannya. Aneh ! Kerena begitu ingin tahunya, akhirnya Hola bertanya kepada Menteri Zionis itu, Tuan Menteri, kalau boleh tahu, apa yang sedang anda makan dari tadi ?, Oh tentu saja, lihat inibiji apel jawabnya, sambil mengeluarkan 2 biji apel dari kantong nya. Biji apel ? Tuan Menteri memakan biji apel ? Apa khasiat nya ? Hola heran sekali.

Ha, anda belum tahu? Hasil riset kami bertahun tahun membuktikan bahwa biji apel bisa mencerdaskan kita, menambah kemampuan dan kinerja otak, kata Menteri dari Paman Sam menjelaskan. Benarkah demikian ? Apabila Tuan Menteri tak keberatan, bisakah saya mencoba biji itu? Hola tergiur untuk mencobanya. Sayang sekali, tinggal dua biji. Begini saja; satu untuk saya dan satu untuk anda. Tetapi anda harus membayar 10 dollar untuk satu biji ini. Dalam perhitungan Paman Sam selalu akurat, tidak pernah salah. Hola senang sekali, ah rupanya itulah rahasia kecerdasan bangsa Amerika. Terima kasih, terima kasih. Tuan menteri begitu baik hati, memberikan sesuatu yang sangat berharga, bermanfaat sekali.

Setelah memakan biji apel itu, Hola mulai berpikir, Edan-gila-tidak waras, sepuluh dollar untuk satu biji apel !. Ia menahan-nahan rasa kesalnya, akhir meluap juga, Tuan Menteri, baru terpikir sekarang oleh saya Dengan uang 10 dollar mungkin saya bisa beli beberapa kilo apel. Tadi Tuan menjual satu biji seharga 10 dollar. Betapa bodohnya saya!. Nah itu, lihat bukti keampuhannya! Begitu makan biji apel itu, anda memperoleh pencerahan. Anda baru sadar bahwa anda bodoh. Itu hasil biji apel tadi. Sekarang anda cerdas. Anda tidak akan dibodohi lagi dan semuanya itu kerena satu biji apel, benarkan? ujar Menteri Paman Sam.

Pencerahan berasal dari dalam diri kita, bukan dari luar!

http://www.emotivasi.com/2008/03/12/biji-apel-mencerahkan-hola/

Thank you for reading article Biji Apel Mencerahkan Hola




[Kliping, Malang Post 28 Oktober 2012] Musuh Bersama Membangkitkan Semangat Sumpah Pemuda

Pertama
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah air Indonesia.
Kedoewa
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia

(Sumpah Pemuda versi asli 28 Oktober 1928)

Di bulan Oktober delapan puluh empat tahun yang lalu terselenggara Kongres Pemuda Kedua di Jakarta, yang diikuti oleh seluruh perkumpulan pemuda waktu itu. Pada saat itu juga pertama kali secara resmi disebut adanya Bangsa Indonesia. Perkumpulan pemuda yang ikut serta dalam kongres ini berasal dari seluruh wilayah Indonesia, ada Jong Java, Jong Sumatranen Bond, Jong Bataks Bond, Jong Celebes, Jong Ambon, Pemoeda Kaoem Betawi dan banyak lagi perkumpulan pemuda lainnya.

Para pemuda ini tergerak untuk menyelenggarakan Kongres Pemuda (Pertama tahun 1926) adalah karena adanya kesamaan tekad dan tujuan yaitu terbebas dari penjajahan yang sudah dialami bangsa Indonesia selama ratusan tahun.

Merasa memiliki nasib yang sama sebagai orang yang terjajah, dan mengingat sejarah kejayaan bangsa sebelum datangnya penjajah, menumbuhkan jiwa persatuan dalam diri para pemuda dan kesadaran akan pentingnya bersatu dalam berjuang melawan penjajah sebagai musuh bersama. Sebelumnya mereka membentuk perkumpulan pemuda di wilayah mereka masing-masing, atau berkumpul berdasarkan kesamaan agama atau suku. Kemudian para pemuda sadar bahwa perjuangan berkelompok sendiri-sendiri melawan penjajah ternyata tidak efektif dan terbukti gagal.

Kongres Pemuda menyadarkan bahwa mereka memiliki kesamaan tujuan, yaitu mendapatkan lagi harkat dan martabat sebagai bangsa yang merdeka. Mereka saat itu menyadari memiliki musuh yang sama yaitu kolonialisme.

Pada akhir Kongres Pemuda Kedua inilah terikrar Sumpah Pemuda, ikrar persatuan yang sangat berpengaruh pada perjuangan berikutnya Bangsa Indonesia. Semangat persatuan dalam Sumpah Pemuda menjadi komitmen perjuangan para pemuda masa itu hingga akhirnya bisa mencapai kemerdekaan Bangsa Indonesia.

Bagaimana dengan masa kini? Masihkah ikrar para pemuda waktu itu dalam Sumpah Pemuda relevan dengan situasi dan kondisi saat ini, bertahun-tahun setelah Bangsa Indonesia merdeka?

Sekarang, enam puluh tujuh tahun setelah merdeka yang menjadi tujuan diikrarkannya Sumpah Pemuda, bangsa ini ternyata masih sangat membutuhkan ikrar persatuan. Tawuran di mana-mana, pertikaian yang diwarnai darah terjadi di beberapa wilayah Indonesia.

Sejak tidak lagi memiliki musuh bersama, atau lebih tepatnya merasa tidak lagi memiliki musuh bangsa, orang tua sangat jarang mengajarkan kepada anak-anaknya tentang pentingnya persatuan, karena menganggap tidak relevan lagi dibicarakan,sudah merdeka khan? Kalaupun diajarkan di sekolah-sekolah, semangat persatuan hanya dikesankan sebagai sejarah, sebuah kenangan yang membanggakan, bukan suatu kebutuhan. Tanpa ada penjajah sebagai musuh bersama, jiwa persatuan dianggap tidak lagi bermanfaat.

Sebagai mahluk sosial orang-orang Indonesia tetap membentuk kelompok-kelompok sesuai minat dan kecenderungan masing-masing. Namun karena tanpa dilandasi jiwa persatuan bangsa, antar kelompok justru saling bertikai dan menghancurkan. Karena merasa tidak memiliki musuh bersama, musuh bangsa, setiap kelompok berpotensi menganggap kelompok lain sebagai musuh. Sebenarnya fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi di semua bangsa di dunia, karena memang sifat dasar manusia. Coba kita perhatikan tawuran antar pendukung kesebelasan sepak bola yang terjadi di seluruh dunia. Di negara-negara yang sedang berkembang tawuran atau pertikaian antar kelompok lebih besar kemungkinannya terjadi.

Indonesia termasuk negara berkembang, namun Bangsa Indonesia memiliki warisan yang sangat luar biasa yaitu Sumpah Pemuda, seharusnya tidak ada tawuran atau pertikaian antar kelompok di negeri ini. Sejatinya tujuan diikrarkannya Sumpah Pemuda belumlah tercapai, karena tujuannya adalah menjadi bangsa merdeka yang memiliki harkat dan martabat tinggi. Bila kemerdekaan, secara de jure sudah tercapai, maka tugas warga Indonesia khususnya para pemuda saat ini adalah menjaga kemerdekaan secara de facto serta selalu meningkatkan harkat dan martabat bangsa. Demi menjaga kemerdekaan sejati serta  meningkatkan harkat dan martabat bangsa, jiwa Sumpah Pemuda akan selalu dibutuhkan Bangsa Indonesia sampai akhir zaman.

Bila dahulu para pemuda bisa bersatu karena merasa memiliki musuh bersama yaitu bangsa penjajah, bagaimana saat ini? Bila dahulu Sumpah Pemuda diikrarkan agar seluruh bangsa bersatu melawan penjajah, siapa yang dilawan saat ini? Perlukah kita membuat musuh bersama agar bersatu?

Musuh bersama tidak perlu dibuat, karena saat ini kita sudah memiliki musuh bersama. Musuh Bangsa Indonesia adalah segala hal yang mengakibatkan jatuhnya harkat dan martabat bangsa, mengancam kemerdekaan sejati Indonesia, baik dari dalam maupun dari luar. Ketamakan, ketidakjujuran, egoisme adalah musuh bersama yang menggerogoti kemuliaan Bangsa Indonesia dari dalam. Hedonisme, sex bebas, pornoaksi, kekerasan dan budaya-budaya asing yang tidak sesuai dengan jalan kemuliaan bangsa adalah musuh bersama dari luar. Apakah Bangsa Indonesia, khususnya para pemuda mengenali itu semua sebagai musuh bersama?

Pelajar SMU di Jakarta atau mahasiswa di Makasar melakukan tawuran hingga jatuh korban karena mereka salah mengenali musuh. Tawuran antar warga di beberapa daerah di Indonesia terjadi karena tidak sadar bahwa mereka punya musuh bersama yang lebih jahat dan berbahaya. Tawuran antar kelompok pemuda terjadi sementara korban pecandu narkoba semakin meningkat. Tawuran antar warga terjadi sementara kemiskinan di antara mereka tidak berkurang dan praktik korupsi semakin merajalela.

Sudah saatnya seluruh orang tua, pembina, pendidik, pembimbing, dan pemandu di negeri ini mengenalkan dan menyampaikan kepada anak-anak bangsa tentang musuh bersama Bangsa Indonesia yang sangat jahat dan berbahaya. Sudah waktunya dijalankan lagi program-program seperti penataran P4 yang dilakukan pada zaman Orde Baru dulu tapi dengan kemasan yang lebih asyik dan mudah diterima, yang dilakukan dengan ikhlas tanpa tendensi kepentingan penguasa atau kelompok tertentu.

Hidup adalah pilihan. Mengenali musuh bersama memudahkan Bangsa Indonesia untuk memilih dan mengambil suatu tindakan. Memahami keberadaan musuh bersama yang mengancam kemerdekaan sejati dan menggerogoti harkat dan martabat bangsa akan menghidupkan lagi semangat Sumpah Pemuda dalam jiwa Bangsa Indonesia.

[Penulis adalah seorang Trainer, Coach, dan lebih suka disebut sebagai Mental Programmer. Memiliki Lisensi resmi dari Richard Bandler sebagai Master Praktisi  NLP. Untuk mengetahui informasi lengkap tentang penulis silakan kunjungi http://www.NurMuhammadian.com - Penulis buku "Kripik untuk Jiwa"]


Berartinya Waktu



Berartinya Waktu - Bayangkan ada sebuah bank yang memberi anda pinjaman uang sejumlah Rp. 86.400 setap pagi. Semua uang itu harus anda gunakan. Pada malam hari, bank akan menghapus sisa uang yang tidak anda gunakan selama seharian itu. Coba tebak apa yang akan kita lakukan? Tentunya menghabiskan uang pinjaman tersebut.

Berartinya Waktu

Berartinya Waktu [commerce.nmims.edu]

Setiap dari kita memiliki bank semacam itu, bernama WAKTU. Setiap pagi, ia akan memberikan kita 86.400 detik. Pada malam harinya akan menghapus sisa waktu yang tidak anda gunakan untuk tujuan baik. Karena ia tidak memberikan sisa waktunya pada kita. Ia juga tidak memberikan waktu tambahan. Setiap hari ia akan membuka satu rekening baru untuk kita. Setiap malam ia akan menghanguskan yang tersisa. Jika kita tidak menggunkannya maka kerugian akan menimpa kita. Kita tidak bisa menariknya kembali.Juga kita tidak bisa meminta uang muka untuk kesokan harinya. Kita harus hidup di dalam simpanan hari ini. Maka dari itu investasikanlah untuk kesehatan, kebahagian dan kesuksesan kita dan orang orang di sekeliling kita. Jam terus berdetak. Gunakanlah waktu kita sebaik baiknya.

  • Agar tahu pentingnya waktu SETAHUN, tanyakan pada murid yang gagal kelas.
  • Agar tahu pentingnya waktu SEBULAN, tanyakan pada ibu yang melahirkan bayi prematur.
  • Agar tahu pentingnya waktu SEMINGGU, tanyakan pada kekasih yang menunggu untuk bertemu.
  • Agar tahu pentingnya waktu SEJAM, tanyakan pada orang yang ketinggalan pesawat terbang.
  • Agar tahu pentingnya waktu SEMENIT, tanyakan pada orang yang ketinggalan pesawat terbang.
  • Agar tahu pentingnya waktu SEMILIDETIK, tanyakan pada peraih mendali perak Olimpiade.

Refrensi : daunlontar dan jagatmotivasi.com

Simak juga tentang Memulai Hari Cerah

Thank you for reading article Berartinya Waktu




[Kripik 45] Penghayal atau Visioner

Dodi, Dodo, dan Didi adalah mahasiswa yang berbagi kamar kost. Suatu malam minggu mereka bertiga bersantai di kamar mereka.

SobAku ingin sekolah di ParisPasti asyik sekolah di sana Dodi mencurahkan isi pikirannya setelah membaca majalah yang mengulas negara Perancis.

Kalau aku ingin tinggal di Eropa. Bisa merasakan salju, nonton bola langsung. Keren deh. Dodo menyahut sambil menerawang.

Ah kalian berdua ini menghayal aja kerjaannya. Hadapi aja kenyataan. Jangan panjang angan-angan..! Didi menentang ucapan teman-temannya.

Emangnya kamu gak punya cita-cita Di? Dodo bertanya penasaran.

Aku ini realistis. Jalani aja apa yang ada Jawab Didi.

Bukan panjang angan-angan DiManusia hidup harus punya tujuan yang jelas, tidak asal hidup. Beda lho Di antara realistis dengan malas berubah Dodi membantah.

Perdebatan kemudian berlanjut sampai mereka mengantuk dan tertidur.

Keesokan harinya saat Dodo dan Didi terbangun Dodi sudah tidak ada di kamar. Karena libur mereka berdua bermalas-malasan bermain Playstation. Menjelang siang Dodi datang.

Dari mana aja Dod? Dodo bertanya sambil memainkan joystick.

Tadi aku lari pagi. Kemudian mampir ke toko buku,  beli buku TOEFL dan beberapa buku yang kubutuhkan untuk mata kuliah semester depan. Aku harus menyiapkan diri agar bisa dapat beasiswa sekolah ke Perancis Dodi membongkar tas belanjaannya.

Wah kamu serius banget sama angan-anganmu. Hati-hati jatuh lhoMending seperti kita berdua, menikmati  yang ada. Mengisi hari libur dengan bersantai dan bersenang-senang hehehehe Didi tertawa sambil melanjutkan permainan playstation.

Dodo juga tertawa cekikikan Iya Dod, khan masih lama. Tapi kalau kamu berhasil aku diajak yahihihihi

gambar dari blogs.unpad.ac.id

Dodi tak menjawab, sambil menata buku-buku barunya ia berbicara dalam hati Terserah kalian bilang apa. Cita-citaku adalah tanggung jawabku sendiri

PERBEDAAN terbesar antara VISIONER dan PENGHAYAL adalah pada TINDAKAN. VISIONER memutuskan BERUBAH demi MENGGAPAI CITA-CITA. PENGHAYAL menggantungkan ANGAN-ANGAN setinggi mungkin tapi TIDAK MELAKUKAN TINDAKAN yang mengarah ke angan-angannya.

Thank you for reading article [Kripik 45] Penghayal atau Visioner

Columbus dan Telur



Ini sebuah cerita kecil di balik kesuksesan Columbus yang menemukan Benua Amerika. Columbus setelah penemuan yang fenomenal itu, Columbus menjadi sangat terkenal dan diagung-agungkan oleh Raja dan seluruh rakyat. Columbus pun diangkat menjadi bangsawan kehormatan kerajaan. Kepopuleran Columbus itu membuat beberapa orang menjadi iri kepadanya.

Pada suatu hari, Columbus mengadakan perjamuan makan. Dalam perjamuan makan itu. Dia menceritakan semua kisah yang dihadapi dalam pencarian Benua baru tersebut. Semua tamu undangan terpukau dan mengakui kehebatan Sang Penemu Benua Baru tersebut, namun beberapa orang yang iri dengan sinis berkata, Apa hebatnya dia ?? Dia cuma berlayar dan kebetulan saja menemukan benua baru. Siapa saja juga bisa melakukan itu. Mendengar hal tersebut, Columbus kemudian menantang para orang yang iri tersebut.  Marilah kita bertanding untuk membuktikan siapa yang lebih baik. Barangsiapa yang bisa membuat telur-telur rebus itu berdiri di atas meja makan ini, maka ialah orang yang terbaik dan semua gelar-kekayaanku akan kuserahkan padanya. Orang-orang yang iri tersebut menerima tantangan Columbus.

Kemudian mereka mulai berusaha untuk membuat telur-telur rebus itu berdiri di atas meja makan. Namun karena telur adalah benda yang ellips/hampir bundar, maka cukup mustahil untuk bisa berdiri di atas meja. Setiap dicoba didirikan, telur-telur itu langsung saja menggelinding jatuh. Akhirnya mereka pun menyerah. Kini tiba giliran Columbus. Columbus memegang telur rebus itu di atas meja dengan posisi berdiri sambil dipegangi, kemudian dengan tangan yang satunya Columbus menekan ujung atas telur rebus itu ke meja sehingga ujung bawah telur menjadi remuk dan memipih (tidak lonjong lagi) sehingga telur tersebut bisa berdiri tegak di atas meja. Melihat hal tersebut, orang-orang yang iri dengan sinis berkata, Ah kalo caranya seperti itu, kami juga bisa membuat telur rebus itu berdiri. Dengan bijak dan sambil tersenyum, Columbus berkata  Kalo begitu, mengapa tidak kamu melakukannya ?

Cerita di atas hendak memberitahukan kita bahwa kesuksesan dan keberhasilan berasal dari suatu tindakan nyata atas gagasan.

Columbus dan beberapa orang pada masa itu mempunyai gagasan atau teori tentang bumi yang bulat. Teori tersebut merupakan teori yang jelas-jelas bertentangan dengan kepercayaan dunia pada waktu itu yang mempercayai bahwa bumi itu datar seperti piring.

Ketika Columbus mengutarakan niatnya untuk melakukan ekspedisi lautnya, banyak orang, termasuk keluarganya, yang menganggapnya gila. Namun Columbus tetap teguh dan gigih pada pendiriannya. Perjuangan Columbus tidaklah ringan untuk membuktikan bahwa bumi itu bulat. Ancaman hukuman mati atas pengingkaran hukum Tuhan sampai pemberontakan anak buah kapalnya, ia hadapi dengan tegar sehingga pada akhirnya sejarah mencatatnya sebagai salah satu penemu benua dan pelaut andal.

Seringkali kita menemukan orang atau bahkan diri kita juga mengalaminya yaitu kita mempunyai gagasan/ide/konsep namun terlalu takut untuk mewujudkannya dalam sebuah aksi nyata, dan akhirnya ide itu hanya menjadi semu.

Ketakutan atas kegagalan, penilaian miring orang lain, penderitaan dan sebagainya membuat kita terhalang untuk menemukan kesuksesan. Ketakutan ini pula yang membuat kita terkadang merasa iri akan keberhasilan orang lain. Kita sering berkata miring atas keberhasilan orang lain, Ahdia sih cuma beruntung ajaaku pun bisa melakukannya.

Jadi apa yang anda pilih ? gagal karena terlalu takut untuk gagal ? atau berhasil karena tidak takut gagal? hanya anda yang bisa memilih.

http://www.emotivasi.com/2008/03/12/columbus-dan-telur/

Thank you for reading article Columbus dan Telur




Mulailah Dari Diri Sendiri



Mulailah Dari Diri Sendiri - Berusahalah untuk selalu menjadi pihak pertama yang menunjukkan cinta dan perhatian Anda kepada orang lain. Jangan menuntut perhatian dan cinta mereka untuk diperlihatkan lebih dahulu. Itulah satu-satunya cara yang saya ketahui untuk ke luar dari kegelapan hidup, demikian dikatakan Ny. Eunice Chew (52 tahun), salah satu finalis pemilihan ibu teladan se-Singapura tahun lalu.

Mulailah Dari Diri Sendiri

Mulailah Dari Diri Sendiri [aditya-trihutama]

Diadopsi oleh pasangan Teochew yang kaya-raya dan sudah memiliki seorang putra tapi masih ingin punya anak perempuan, maka masa kanak-kanak Chew dipenuhi kemewahan. Liburan keluarga sering dilewatkan di luar negeri.

Pasangan Teochew menyayangi putrinya dengan cara mereka. Menurut cerita Chew, mereka adalah produk pendidikan kuno yang tidak mengenal pelukan kepada anak-anak untuk meyakinkan mereka dari waktu ke waktu bahwa orangtua menyayangi anak-anak.

Akibatnya, Chew tumbuh menjadi wanita yang haus kasih sayang. Ia menikah pada usia 17 tahun dengan seorang pegawai transportasi yang bangkrut. Dari pria itu diharapkannya akan datang kasih sayang yang dicarinya.

Ternyata ia menikah dengan pria yang suka menyiksa istri. Perkawinan itu bertahan lima tahun, dikaruniai dua anak. Tak lama setelah bercerai, ayah angkat Chew wafat karena sakit. Pembagian warisan menimbulkan pertikaian di dalam keluarga besar Teochew. Akhirnya Chew ternyata tidak kebagian apa-apa selain kewajiban mengurusi ibu angkatnya yang sudah buta dan lumpuh. Chew menjual susu coklat Milo untuk menyambung hidupnya.

Ini pengalaman pertama saya harus bekerja mencari uang. Setiap malam saya menangis karena tidak mengerti berbisnis. Apa yang harus dikatakan dan bagaimana mengatakannya? , kata Chew dalam wawancara kepada harian Singapura The Straits Times.

Ia bertahan dua tahun di pekerjaan itu. Bagaimanapun susahnya saya mendapatkan uang, saya selalu memastikan bahwa ibu mendapat ayam goreng dan ikan setiap hari. Dia memang buta dan lumpuh, tetapi dia membantu saya mengurus anak-anak sehingga saya bisa bekerja mencari uang, katanya.

Ia kemudian ganti pekerjaan, menjadi koki sebuah toko makanan. Sekitar dua tahun kemudian ganti lagi menjadi penjual pakaian. Setiap hari ia membopong empat kantong penuh berisi baju untuk dijual. Tentu saja dengan menumpang kendaraan umum.

Pada waktu bersamaan, ia menambah pekerjaannya dengan dua hal lain, yaitu menjadi makelar rumah dan mobil bekas, serta memanfaatkan bakatnya di bidang seni. Setiap malam Chew mendesain beberapa pola kain untuk sebuah perusahaan garmen di Jepang. Lumayan pendapatannya. Tapi akhir 1970-an, pasar retail tekstil melemah, Chew beralih menjadi pelayan restoran.

Beberapa lama kemudian meningkat jadi pimpinan pelayan dan kemudian menjadi manajer untuk bidang seni.

Ketika itu saya mulai sering terbang ke luar negeri untuk bernegosiasi dengan artis-artis terkenal agar mereka tampil di restoran saya. Sementara itu, saya tetap meneruskan pekerjaan sambilan yang dulu, yaitu menjual rumah dan mobil, baik yang baru maupun bekas pakai.

Chew kemudian berhasil mengumpulkan uang cukup banyak untuk mendirikan bisnis sendiri di bidang perlengkapan mode, tetapi dua asistennya kemudian membawa pergi semua tabungannya.

Ketika itu saya sedang sangat membutuhkan uang karena ibu berkali- kali masuk-ke luar rumah sakit. Hidup saya yang tadinya sudah enak, harus mulai dibangun lagi dari nol. Betapa bodohnya saya mempercayai mereka dengan uang sedemikian banyak, kata Chew.

Sempat terlintas pikiran untuk bunuh diri, tetapi bagaimana nasib anak-anak kelak? Saya bersyukur memiliki teman-teman yang memberi dukungan moral dan bahkan meminjamkan uang. Atas bantuan mereka, saya berhasil melewati kesulitan.

Chew sekarang memiliki penghasilan besar dari merawat orang-orang Indonesia yang berduit, yang sedang dirawat di Singapura karena baru melahirkan atau sedang terbaring di rumah sakit. Ia juga menjalankan bisnis yang amat menguntungkan juga, yaitu membuat dan menjual tonik tradisional Tiongkok.

Chew menambah kegiatannya dengan menjadi konsultan tanpa bayaran bagi kaum istri yang menderita karena suaminya tidak setia, dan bagi orang-orang yang lama menderita sakit, atau berpenyakit tak tersembuhkan.

Hidup telah mengajarkan saya bahwa selalu ada jalan ke luar dari setiap kesulitan. Pasti ada solusi yang masuk akal, kata Chew. Yang Anda butuhkan adalah waktu untuk menenangkan diri, mengatasi gejolak emosi, dan melangkah setapak demi setapak.

Ia menyarankan kepada mereka yang menghadapi kesulitan, agar menulis daftar kesulitan itu pada sehelai kertas. Kemudian bacalah apa yang ditulis itu, dan tanyakan pada diri sendiri, Apa hal terkecil yang dapat saya lakukan hari ini untuk mengatasi kesulitan itu?

Gelindingkan batu-batu karang yang kecil dari hidup Anda, sampai akhirnya Anda punya kekuatan untuk mendorong batu karang yang besar. Saya melihat orang-orang yang sakit berusaha keras untuk bisa hidup. Dunia ini berubah terus sepanjang waktu. Anda tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Maka jangan sakiti hati siapapun. Selalu pertimbangkan perasaan orang lain terlebih dahulu, bukan perasaan Anda sendiri. Kita memang cenderung untuk melihat sisi buruk orang lain, walaupun karakter mereka mungkin 99 persennya baik, hanya satu persen yang buruk. Mengapa tidak bersabar dengan memberikan mereka waktu untuk menunjukkan yang 99 persen itu? Di pagi hari, Anda dapat membuatkan minuman panas untuk keluarga Anda, dan duduk menemani mereka beberapa menit, kemudian memeluk dan menciumi mereka sebelum semuanya pergi ke tempat kerja atau ke sekolah. Sekitar 10 menit sebelum tidur malam setiap hari, berkumpullah bersama keluarga untuk berbagi cerita mengenai peristiwa sepanjang hari tadi, demikian Ny. Chew.

Refrensi emotivasi dan jagatmotivasi.com

Jangan lewatkan baca Motivasi Diri Tahun Baru

Thank you for reading article Mulailah Dari Diri Sendiri




[Kripik 46] Sumberdaya untuk Kebutuhan

Dalam sebuah permainan acara televisi tersisa tiga peserta terbaik. Ketiganya diajak belanja di sebuah toko  serba ada terlengkap, dan dipersilakan mengambil barang sesukanya untuk bekal permainan berikutnya. Sebelum berbelanja mereka berhak bertanya apa saja kepada pengawas, dan pasti dijawab tapi jawaban dari pengawas permainan tidak boleh dibocorkan kepada peserta lain. Mereka diberi waktu dua jam untuk berbelanja, dan saat selesai semua barang tidak boleh ditukar atau dikembalikan.

Peserta pertama bertanya tentang jumlah barang yang boleh diambil dan jawabannya adalah sebanyak-banyaknya. Peserta kedua menanyakan batasan harga yang boleh diambil dan dijawab tidak terbatas. Peserta ketiga bertanya PakApa tantangan setelah ini  sampai selesai nanti?. Dia pun mendapatkan jawaban yang ditanyakan.

Peserta pertama mengumpulkan makanan sebanyak-banyaknya. Baginya makanan adalah kebutuhan utama untuk bisa bertahan dalam permainan. Dia mengumpulkan makanan sampai memenuhi empat keranjang belanja.

Peserta kedua mengambil barang-barang mewah yang selama ini dia idamkan, yaitu beberapa gadget tercanggih dan terbaru, televisi dengan teknologi mutakhir, dan beberapa barang elektronik canggih.

Gambar dari hsgautama.multiply.com

Sedangkan peserta ketiga hanya mengambil sebuah ransel besar, lampu senter dan beberapa battery,  tenda kecil yang bisa dilipat, kantung tidur, beberapa bungkus roti  dan cokelat, dan beberapa botol air minum.

Setelah dua jam, mereka berkumpul dengan barang mereka masing-masing untuk mendapat instruksi selanjutnya. Ternyata permainan berikutnya adalah mereka harus berjalan kaki menuju sebuah bukit yang jaraknya sekitar lima kilometer dari toko, mendaki bukit dan menginap semalam di tanah lapang di atas bukit. Semua peserta harus membawa barang-barang mereka atau meninggalkannya di toko. Pemenang adalah yang tercepat sampai di atas bukit dan bisa bertahan sampai pagi. Pemenang berhak mendapatkan semua barang yang dipilih dan diambil ketiga peserta.

Tentu saja peserta ketiga yang memenangkan permainan, karena dia mengumpulkan barang yang dibutuhkan, sedangkan peserta pertama dan kedua hanya mengambil barang-barang yang diinginkan, namun ternyata tidak mereka butuhkan bahkan justru menjadi beban.

Peserta ketiga bisa mengenali kebutuhan karena dia tahu apa yang akan dihadapi. Kebutuhan adalah bekal bermanfaat di masa depan.

Apa yang kita inginkan belum tentu bermanfaat bagi kita sendiri, bukan kebutuhan kita, padahal sumber daya kita terbatas. Menggunakan sumber daya hanya untuk memenuhi keinginan berarti mengurangi porsi penggunaannya untuk mendapatkan kebutuhan. Cara terbaik mengenali kebutuhan adalah dengan memahami tujuan yang ingin kita capai, sehingga tahu bekal apa yang harus disiapkan.

MEMAHAMI TUJUAN HIDUP adalah CARA TERBAIK untuk mengenali KEBUTUHAN. SUMBER DAYA kita yang TERBATAS harus digunakan dengan BIJAK, yaitu SEBESAR-BESARNYA untuk mendapatkan KEBUTUHAN. 

Hiduplah efektif dan bahagialah.

Thank you for reading article [Kripik 46] Sumberdaya untuk Kebutuhan

Goresan Mobil



Tersebutlah seorang pengusaha muda dan kaya. Ia baru saja membeli mobil mewah, sebuah Jaguar yang mengkilap. Kini, sang pengusaha, sedang menikmati perjalanannya dengan mobil baru itu. Dengan kecepatan penuh, dipacunya kendaraan itu mengelilingi jalanan tetangga sekitar dengan penuh rasa bangga dan prestise.

Di pinggir jalan, tampak beberapa anak yang sedang bermain sambil melempar sesuatu. Namun, karena berjalan terlalu kencang, tak terlalu diperhatikannya anak-anak itu. Tiba-tiba, dia melihat seseorang anak kecil yang melintas dari arah mobil-mobil yang di parkir di jalan. Tapi, bukan anak-anak yang tampak melintas sebelumnya.

Buk.! Aah, ternyata, ada sebuah batu seukuran kepalan tangan yang menimpa Jaguar itu yang dilemparkan si anak itu. Sisi pintu mobil itupun koyak, tergores batu yang dilontarkan seseorang.

Cittt. ditekannya rem mobil kuat-kuat. Dengan geram, dimundurkannya mobil itu menuju tempat arah batu itu di lemparkan. Jaguar yang tergores, bukanlah perkara sepele. Apalagi, kecelakaan itu dilakukan oleh orang lain, begitu pikir sang pengusaha dalam hati.

Amarahnya memuncak. Dia pun keluar mobil dengan tergesa-gesa. Di tariknya anak yang dia tahu telah melempar batu ke mobilnya, dan di pojokkannya anak itu pada sebuah mobil yang diparkir. Apa yang telah kau lakukan!? Lihat perbuatanmu pada mobil kesayanganku!! Lihat goresan itu, teriaknya sambil menunjuk goresan di sisi pintu. Kamu tentu paham, mobil baru jaguarku ini akan butuh banyak ongkos dibengkel untuk memperbaikinya. Ujarnya lagi dengan kesal dan geram, tampak ingin memukul anak itu.

Si anak tampak menggigil ketakutan dan pucat, dan berusaha meminta maaf. Maaf Pak, Maaf. Saya benar-benar minta maaf. Sebab, saya tidak tahu lagi harus melakukan apa. Air mukanya tampak ngeri, dan tangannya bermohon ampun. Maaf Pak, aku melemparkan batu itu, karena tak ada seorang pun yang mau berhenti.

Dengan air mata yang mulai berjatuhan di pipi dan leher, anak tadi menunjuk ke suatu arah, di dekat mobil-mobil parkir tadi. Itu disana ada kakakku yang lumpuh. Dia tergelincir, dan terjatuh dari kursi roda. Saya tak kuat mengangkatnya, dia terlalu berat, tapi tak seorang pun yang mau menolongku. Badannya tak mampu kupapah, dan sekarang dia sedang kesakitan.. Kini, ia mulai terisak.

Dipandanginya pengusaha tadi. Matanya berharap pada wajah yang mulai tercenung itu. Maukah Bapak membantuku mengangkatnya ke kursi roda?.. Tolonglah, kakakku terluka, tapi saya tak sanggup mengangkatnya.

Tak mampu berkata-kata lagi, pengusaha muda itu terdiam. Amarahnya mulai sedikit reda setelah dia melihat seorang lelaki yang tergeletak yang sedang mengerang kesakitan. Kerongkongannya tercekat. Ia hanya mampu menelan ludah. Segera dia berjalan menuju lelaki tersebut, di angkatnya si cacat itu menuju kursi rodanya.

Kemudian, diambilnya sapu tangan mahal miliknya, untuk mengusap luka di lutut yang memar dan tergores, seperti sisi pintu Jaguar kesayangannya. Setelah beberapa saat, kedua anak itu pun berterima kasih, dan mengatakan bahwa mereka akan baik-baik saja. Terima kasih, dan semoga Tuhan akan membalas perbuatan Bapak.

Keduanya berjalan beriringan, meninggalkan pengusaha yang masih nanar menatap kepergian mereka. Matanya terus mengikuti langkah sang anak yang mendorong kursi roda itu, melintasi sisi jalan menuju rumah mereka.

Berbalik arah, pengusaha tadi berjalan sangat perlahan menuju Jaguar miliknya. Ditelusurinya pintu Jaguar barunya yang telah tergores itu oleh lemparan batu tersebut, sambil merenungkan kejadian yang baru saja di lewatinya.

Kerusakan yang dialaminya bisa jadi bukanlah hal sepele, tapi pengalaman tadi menghentakkan perasaannya. Akhirnya ia memilih untuk tak menghapus goresan itu. Ia memilih untuk membiarkan goresan itu, agar tetap mengingatkannya pada hikmah ini. Ia menginginkan agar pesan itu tetap nyata terlihat: Janganlah melaju dalam hidupmu terlalu cepat, karena, seseorang akan melemparkan batu untuk menarik perhatianmu.

Sama halnya dengan kendaraan, hidup kita akan selalu berputar, dan dipacu untuk tetap berjalan. Di setiap sisinya, hidup itu juga akan melintasi berbagai macam hal dan kenyataan. Namun, adakah kita memacu hidup kita dengan cepat, sehingga tak pernah ada masa buat kita untuk menyelaraskannya untuk melihat sekitar?

Tuhan, akan selalu berbisik dalam jiwa, dan berkata lewat kalbu kita. Kadang, kita memang tak punya waktu untuk mendengar, menyimak, dan menyadari setiap ujaran-Nya. Kita kadang memang terlalu sibuk dengan bermacam urusan, memacu hidup dengan penuh nafsu, hingga terlupa pada banyak hal yang melintas.

Teman, kadang memang, ada yang akan melemparkan batu buat kita agar kita mau dan bisa berhenti sejenak. Semuanya terserah pada kita. Mendengar bisikan-bisikan dan kata-kata-Nya, atau menunggu ada yang melemparkan batu-batu itu buat kita.

http://www.emotivasi.com/2008/03/13/goresan-mobil/

Thank you for reading article Goresan Mobil




Berpikir Positif Menghasilkan Emosi Positif



Berpikir Positif Menghasilkan Emosi Positif - Seorang ibu memiliki dua orang anak, yang satu bekerja sebagai penjual payung dan yang satu bekerja sebagai penjual es krim, setiap tahun sang ibu menangisi anaknya karena ia merasa ketika musim hujan datang maka anaknya yang berjualan es krim tentunya akan kesulitan menjajakan dagangannya dan ketika musim kemarau tiba ia meratapi nasib anaknya yang berjualan payung karena akan sulit menjajakan payung di musim kemarau.

Berpikir positif menghasilkan emosi positif

Berpikir positif menghasilkan emosi positif [rhk-indonesia]

Persepsi negatif kita terhadap suatu hal akan membuat kita memandang segala sesuatu dari sisi negatif dan tentunya akan mempengaruhi emosi dan sikap kita selanjutnya.

Seandainya sang ibu tersebut mau berpikir positif tentunya setiap tahun ia justru bahagia karena sesungguhnya ketika musim hujan tiba tentunya sang anak penjual payung akan laku keras, begitu juga ketika musim kemarau tentunya anaknya yang berjualan es krim akan menangguk untung. begitulah cara kita seharusnya menghadapi persoalan hidup ini, dengan kacamata positif thingking. Karena sesungguhnya yang menggerakkan kita adalah perasaan-perasaan positif tersebut sehingga apapun rintangan dan tantangan akan mudah kita hadapi.

Be emotionally intelligent! Positive thinking!

Silahkan baca juga mengenai Impian dan Kemampuan Mengelola Pikiran

Refrensi : motivasi-jiwa dan jagatmotivasi.com

Jangan lewatkan membaca 10 Sikap Positif Dalam Bekerja

Thank you for reading article Berpikir Positif Menghasilkan Emosi Positif




[Gaya Hidup] Seri Phobia : Bukan Bawaan Tapi Bisa Diturunkan

Phobia adalah ketakutan berlebihan terhadap sesuatu benda atau kondisi, sehingga sang penderita berusaha kuat untuk menghindari sesuatu itu dengan sikap-sikap yang tidak proporsional dibandingkan bahaya atau ancaman yang mungkin terjadi. Atau dalam bahasa singkatnya phobia adalah ketakutan yang tidak rasional.

phobiaPhobia tidaklah dibawa saat lahir, tidak ada seorangpun yang phobia terhadap kambing sejak dia dilahirkan. Tidak ada ketakutan yang kita bawa sejak lahir. Kita takut sesuatu karena kita belajar untuk takut setelah kita terlahir. Kita belajar takut dari pengalaman dan lingkungan. Karena itu setiap orang memiliki jenis dan tingkat ketakutan yang berbeda.

Karena dipelajari dari lingkungan, besar kemungkinan terjadi phobia diturunkan orang tua ke anak-anaknya. Secara tidak sadar orang tua yang menderita phobia terhadap sesuatu mengajari anak-anaknya untuk takut juga, dengan sikap-sikap yang dilakukan setiap hari sehingga dicontoh anak-anaknya. Seorang ibu yang takut kucing secara tidak sengaja mengkondisikan anak-anaknya untuk takut dan menghindari kucing. Padahal anak-anaknya tidak pernah mengalami pengalaman buruk dengan kucing.

Bila ketakutan terhadap sesuatu adalah buah dari pembelajaran selama kita hidup, berarti kita juga bisa melakukan sebaliknya, belajar untuk tidak takut. Dengan metode mutakhir menghilangkan ketakutan atau mengobati phobia adalah hal yang mudah dilakukan. Tapi pada kenyataannya banyak orang yang menolak untuk sembuh dari phobia karena menganggap sebagai bagian dari identitas dirinya. Mereka khawatir bila sembuh mereka akan kehilangan jati diri sebagai manusia pengidap phobia. Mereka merasa selama ini sudah bisa menikmati ketakutannya.

Bagaimana dengan Anda?

Hak Anda memilih tetap phobia, selama tidak mengganggu orang lain di sekitar Anda, dan tidak membuat anak-anak Anda meneladani sikap phobia. Tegakah Anda melihat anak-anak Anda tersiksa karena phobia?

(Bila ingin diskusi atau konsultasi tentang Phobia dengan penulis, Information Contact ada di http://www.nurmuhammadian.com)

Mengapa Tuhan tidak menolongku?



Ada seorang laki laki yang tinggal di dekat sebuah sungai. Bulan bulan musim penghujan sudah dimulai. Hampir tidak ada hari tanpa hujan baik hujan rintik-rintik maupun hujan lebat.

Pada suatu hari terjadi bencana di daerah tersebut. Karena hujan turun deras agak berkepanjangan, permukaan sungai semakin lama semakin naik, dan akhirnya terjadilah banjir. Saat itu banjir sudah sampai ketinggian lutut orang dewasa. Daerah tersebut pelan-pelan mulai terisolir. Orang orang sudah banyak yang mulai mengungsi dari daerah tersebut, takut kalau permukaan air semakin tinggi.

Lain dengan orang-orang yang sudah mulai ribut mengungsi, lelaki tersebut tampak tenang tinggal dirumah. Akhirnya datanglah truk penyelamat berhenti di depan rumah lelaki tersebut. Pak, cepat masuk ikut truk ini, nggak lama lagi banjir semakin tinggi, teriak salah satu regu penolong ke lelaki tersebut.

Si lelaki menjawab: Tidak, terima kasih, anda terus saja menolong yang lain. Saya pasti akan diselamatkan Tuhan. Saya ini kan sangat rajin berdoa. Setelah beberapa kali membujuk tidak bisa, akhirnya truk tersebut melanjutkan perjalanan untuk menolong yang lain.

Permukaan air semakin tinggi. Ketinggian mulai mencapai 1.5 meter. Lelaki tersebut masih di rumah, duduk di atas almari. Datanglah regu penolong dengan membawa perahu karet dan berhenti di depan rumah lelaki tersebut. Pak, cepat kesini, naik perahu ini. Keadan semakin tidak terkendali. Kemungkinan air akan semakin meninggi.

Lagi-lagi laki-laki tersebut berkata: Terima kasih, tidak usah menolong saya, saya orang yang beriman, saya yakin Tuhan akan selamatkan saya dari keadaan ini. Perahu dan regu penolongpun pergi tanpa dapat membawa lelaki tersebut.

Perkiraan banjir semakin besar ternyata menjadi kenyatan. Ketinggian air sudah sedemikian tinggi sehingga air sudah hampir menenggelamkan rumah-rumah disitu. Lelaki itu nampak di atas atap rumahnya sambil terus berdoa.

Datanglah sebuah helikopter dan regu penolong. Regu penolong melihat ada seorang laki-laki duduk di wuwungan rumahnya. Mereka melempar tangga tali dari pesawat. Dari atas terdengar suara dari megaphone: Pak, cepat pegang tali itu dan naiklah kesini, tetapi lagi-lagi laki-laki tersebut menjawab dengan berteriak: Terima kasih, tapi anda tidak usah menolong saya. Saya orang yang beriman dan rajin berdoa. Tuhan pasti akan menyelamatkan saya.

Ketinggian banjir semakin lama semakin naik, dan akhirnya seluruh rumah di daerah tersebut sudah terendam seluruhnya. Bagaimana nasib lelaki tersebut?

Lelaki tersebut akhirnya mati tenggelam. Di akhirat dia dihadapkan pada Tuhan. Lelaki ini kemudian mulai berbicara bernada protes: Ya Tuhan, aku selalu berdoa padamu, selalu ingat padamu, tapi kenapa aku tidak engkau selamatkan dari banjir itu?

Tuhan menjawab dengan singkat: Aku selalu mendengar doa-doamu, untuk itulah aku telah mengirimkan Truk, kemudian perahu dan terakhir pesawat helikopter. Tetapi kenapa kamu tidak ikut salah satupun?

Sebuah cerita menarik. Demikian juga dalam kehidupan kita, kita bekerja dan selalu melakukan doa kepada Allah. Dan Allah sudah sering mengirimkan truk, perahu, dan pesawat kepada kita, tapi kita tidak menyadarinya.

http://www.emotivasi.com/2008/03/13/mengapa-tuhan-tidak-menolongku/

Thank you for reading article Mengapa Tuhan tidak menolongku?




[Gaya Hidup] Seri Phobia : Manfaat Takut dan Jijik

Pak saya Phobia kecoa

Kalau tiba-tiba ada kecoa masuk ke ruangan ini, bagaimana sikap Anda?

Saya akan mengangkat kaki saya Pak..Jijik

Anda bisa mengambil sapu untuk mengusir atau membunuh kecoa itu?

Kemungkinan bisaTapi saya jijik sekali kalau didekati kecoa

Berarti Anda bukan phobia kecoa, hanya jijik saja pada kecoa. Lebih baik jijik pada kecoa karena kecoa binatang kotor pembawa penyakit. Kalau Anda tidak jijik pada kecoa, Anda bisa-bisa memeliharanya dan suka bermain-main dengannya, bahaya khan?

HmmmIya juga sich

phobia4

Phobia adalah ketakutan yang tidak rasional pada suatu benda baik benda hidup maupun benda mati atau suatu kondisi tertentu. Bila ketakutan kita masih dalam batas-batas normal atau masih rasional, itu bukan phobia. Orang takut ular adalah wajar, karena ular adalah binatang yang berbahaya. Ketakutan kepada ular yang rasional adalah takut pada bahaya yang ditimbulkannya. Jadi bila bahayanya dihilangkan, seharusnya kita tidak perlu takut pada ular. Seorang yang phobia pada ular akan menunjukkan sikap-sikap ketakutan yang berlebihan, seperti keluar keringat dingin-gemetar-lemas-pusing, dengan hanya melihat mainan ular-ularan atau gambar ular.

Ketakutan atau jijik pada binatang yang berpotensi mendatangkan bahaya bagi jiwa atau kesehatan kita adalah wajar, bahkan mungkin bisa kita anggap sebagai anugerah. Takut atau jijik pada sesuatu yang berbahaya adalah alert  pikiran kita agar terhindar dari bahaya tersebut, jadi tidak perlu dihilangkan. Kita hanya perlu memeriksa apakah setting alert itu ada dalam batas-batas kewajaran. Bila tidak wajar kita tinggal melakukan resetting, bukan membuangnya.

(Bila ingin diskusi atau konsultasi tentang Phobia dengan penulis, Information Contact ada di http://www.nurmuhammadian.com)

Cinta dan Waktu



Cinta dan Waktu - Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai macam benda-benda abstrak : ada CINTA, KESEDIHAN, KEKAYAAN, KEGEMBIRAAN, dan sebagainya. Mereka hidup berdampingan dengan baik.

Namun suatu ketika, datang badai menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu. Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha menyelamatkan diri. CINTA sangat kebingungan sebab ia tidak dapat berenang dan tak memiliki perahu. Ia berdiri di tepi pantai mencoba mencari pertolongan. Sementara itu air semakin naik membasahi kaki CINTA.

Cinta dan Waktu

Cinta dan Waktu [love-always-never-ends]

Tak lama kemudian CINTA melihat KEKAYAAN sedang mengayuh perahu KEKAYAAN!!KEKAYAAN!!Tolong aku!! teriak CINTA. Aduh! Maaf, CINTA! kata KEKAYAAN. Perahuku telah penuh dengan harta bendaku. Aku tak dapat membawamu serta, nanti perahu ini tenggelam. Lagi pula tak ada tempat lagi bagimu di perahuku ini. Lalu KEKAYAAN cepat-cepat mangayuh perahunya pergi.

CINTA sedih sekali, namun kemudian dilihatnya KEGEMBIRAAN lewat dengan perahunya. KEGEMBIRAAN! Tolong aku!, teriak CINTA. Namun KEGEMBIRAAN terlalu gembira karena ia menemukan perahu sehingga ia tak mendengar teriakan CINTA.

Air semakin tinggi membasahi CINTA sampai kepinggang dan CINTA semakin panic. Tak lama kemudian lewatlah KECANTIKAN. KECANTIKAN! Bawalah aku bersamamu!, teriak CINTA. Wah CINTA, kamu basah dan kotor. Aku tak bisa membawamu. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini. Sahut KECANTIKAN.

CINTA sedih sekali mendengarnya. Ia mulai menangis terisak- isak. Saat itu lewatlah KESEDIHAN. Oh, KESEDIHAN, bawalah aku bersamamu, kata CINTA. Maaf, CINTA. Aku sedang sedih dan aku ingin sendirian saja kata KESEDIHAN sambil terus mengayuh perahunya.

CINTA putus asa. Ia merasakan air maki naik dan akan menenggelamkannya. Pada saat kritis itulah tiba-tiba terdengar suara, CINTA! Mari cepat naik perahuku! CINTA menoleh kearah suara itu dan melihat seorang tua dengan perahunya. Cepat-cepat CINTA naik ke perahu itu, tepat sebelum air menenggelamkannya. Di pulau terdekat, orang tua itu menurunkan CINTA dan segera pergi lagi.

Pada saat itu barulah CINTA sadar bahwa ia sama sekali tidak mengetahui siapa orang tua yang menyelamatkannya itu. CINTA segera menanyakannya kepada seorang penduduk tua di pulau itu, siapa sebenarnya orang tua itu. Oh, orang tua tadi? Dia adalah WAKTU. Kata orang itu. Tapi, mengapa ia menyelamatkanku? Aku tak mengenalnya. Bahkan teman-teman yang mengenalkupun enggan menolong aku tanya CINTA heran. Sebab,.. kata orang itu, Hanya WAKTUlah yang tahu berapa nilai sesungguhnya dari CINTA itu

Refrensi : daunlontar dan jagatmotivasi.com

Silahkan baca juga Kata Mutiara Cinta

Thank you for reading article Cinta dan Waktu




Sponsor

Popular Posts

Blog Archive

Powered by Blogger.

About Me

My Photo

saya sangat senang berbag tentang apa saja